文章
  • 文章
永利集团

Ahok diduga menghina ayat suci,Sekjen FPI minta Presiden Jokowi tak ikut campur

2016年10月14日下午5:33发布
2016年10月14日下午5:46更新

雅加达,印度尼西亚 - Sekretaris Jenderal前面Pembela伊斯兰教(FPI)Awit Masyhuri meminta Presiden Joko Widodo tidak ikut campur dalam kasus dugaan penghinaan ayat suci yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama。

“Pihak pemerintah pusat dalam hal ini Bapak Presiden tidak ikut campur dalam urusan penistaan​​ agama yang dilakukan oleh saudara Ahok,karena saudara Ahok ini telah menistakan Al Quran dan dan menistakan ulama,”kata Awit Masyhuri kepada Rappler Indonesia di sela aksi unjuk rasa hari ini, Jumat 14 Oktober 2016。

Awit juga meminta Kepolisian untuk memproses laporan-laporan yang sudah masuk mengenai dugaan penistaan​​ ayat suci oleh Ahok。 Sebab apa yang dilakukan Ahok tidak hanya melukai umat Islam di Jakarta,tapi juga di dunia。

“Kami tadi bertemu Kabareskrim。 Kami minta Kabareskrim untuk memproses tuntutan umat Islam。 Kabareskrim berkomitmen dan berjanji untuk memprosesnya,“Awit melanjutkan。

Dalam aksi unjuk rasa ini,Awit mengklaim jumlah massa yang hadir mencapai seratus ribu orang。 Mereka datang dari sejumlah ormas,seperti FPI,FBR,Forkabi,Muhamadiyah,hingga NU。 “Diperkirakan hampir 100 ribu yang hadir,”katanya。

Dugaan penistaan​​ ayat suci bermula dari kunjungan Ahok ke Kepulauan Seribu pada 9月27日。 Saat itu Ahok membawa-bawa Surat Al Maidah Ayat 51.“Jadi jangan percaya sama orang,kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu enggak bisa pilih saya。 Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51,“kata Ahok ketika itu。

Ucapan Ahok ini ternyata direkam dan cuplikan rekaman tersebut diunggah ke media sosial。 Rekaman inilah yang kemudian membuat heboh。 Banyak yang menganggapnya menghina ayat suci。 Ada pula yang melaporkannya ke kepolisian。

Ahok sendiri sudah meminta maaf。 Namun sepertinya maaf saja tidak cukup。 Ribuan orang siang ini akan bergerak untuk menyuarakan protes mereka terhadap ucapan Ahok tersebut。 -Rappler.com