文章
  • 文章
永利集团

KPK tangkap tangan anggota DPRD Kebumen dan seorang PNS

2016年10月16日下午3:21发布
2016年10月16日下午3:21更新

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan(kanan)dan Laode M Syarif(kiri)memberikan keterangan terkait operasi tangkap tangan(OTT)kasus dugaan suap proyek pendidikan Pemkab Kebumen,Jateng,di gedung KPK Jakarta,pada 16 Oktober 2016. Foto oleh Wahyu Putro A /安塔拉

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan(kanan)dan Laode M Syarif(kiri)memberikan keterangan terkait operasi tangkap tangan(OTT)kasus dugaan suap proyek pendidikan Pemkab Kebumen,Jateng,di gedung KPK Jakarta,pada 16 Oktober 2016. Foto oleh Wahyu Putro A /安塔拉

印度尼西亚雅加达 - Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)melakukan operasi tangkap tangan(OTT)terhadap dua orang terkait kasus suap di Kebumen,Jawa Tengah,pada Sabtu,15 Oktober。

Salah satu dari yang tertangkap merupakan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kebumen,yaitu YTH。 Sedangkan yang lainnya adalah SGW,seorang pegawai negeri sipil(PNS)di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kebumen。

KPK juga menangkap 4 orang lainnya yang berstatus saksi,yang meliputi Sekretaris Daerah(Sekda)Kabupaten Kebumen AP,dua anggota DPRD Kabupaten Kebumen DL dan H,serta pihak swasta yang merupakan anak perusahaan dari Osma Grup berinisial S.

“Perkara ini berhubungan dengan masalah APBD 2016 yang ada di Kabupaten Kebumen,khususnya di Dinas Pendidikan yang akan diberikan uang sebesar Rp4,8 miliar,”kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Kantor KPK,Jakarta,pada Minggu,16 Oktober。

Menurut Basaria,ada komunikasi antara pihak pengusaha yang berkantor di Jakarta,yang diwakili oleh Salim itu,dengan SGW sebagai PNS Dinas Pariwisata agar yang bersangkutan dapat memenangkan proyek tersebut。

“Ada kesepakatan awal,seharusnya nilai yang diterima adalah 20 persen dari Rp4,8 miliar.Namun kemudian,berdasarkan kesepakatan,yang akan diterima nantinya adalah sebesar Rp750 juta,”ujar Basaria。

Menurut Basaria,pada Sabtu pukul 10:30 WIB,penyidik KPK mengamankan YTH di rumah pengusaha swasta di Kebumen。 Dari tangan tersangka,penyidik menyita uang senilai Rp77 juta。

Sekitar pukul 11​​:00 WIB,penyidik mengamankan SGW di kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Kebumen。 Setelah itu,penyidik mengamankan sejumlah pihak lain,yaitu AP,DL,H dan S yang diduga mengetahui peristiwa tersebut di beberapa lokasi di Kebumen。

“Selain uang,penyidik juga menyita barang bukti lain berupa buku tabungan dan bukti elektronik.Pemberian tersebut berkaitan dengan izin proyek Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen yang ada di dalam APBD Perubahan 2016 oleh pengusaha swasta,”tutur Basaria。

Ia mengungkapkan pada Oktober 2016,DPRD Kabupaten Kebumen telah menetapkan APBD Perubahan 2016,termasuk anggaran untuk Dinas Pendidikan,Pemuda,dan Olahraga sebesar Rp4,8 miliar yang akan dimanfaatkan untuk pengadaan buku,alat-alat peraga,dan TIK。

Saat ini,kedua tersangka dan keempat saksi tersebut dibawa ke Jakarta。 Setelah dilakukan penangkapan dan gelar perkara。 KPK memutuskan YTH serta SGW sebagai tersangka dan dikenai Pasal 12 huruf a dan Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi。

Sementara itu,dia menambahkan saat ini tim penyidik KPK juga masih terus melakukan pencarian terhadap Direktur PT Osma Grup yang bernama Hartoyo。

“Untuk saat ini,Hartoyo belum dapat dijadikan tersangka,masih berstatus sebagai saksi.Kami masih mencari Hartoyo dan meneliti perusahaannya,yaitu Osma Grup yang beralamat di Jakarta,”ujar Basaria。 -Antara / Rappler.com