文章
  • 文章
永利集团

Dalam tiga bulan,Polri ungkap 235 kasus pungutan liar

发布于2016年10月18日9:39
更新时间2016年10月18日下午9:44

Sejumlah barang bukti dihadirkan saat Operasi Tangkap Tangan(OTT)kasus pungli perizinan di Kementerian Perhubungan,Jakarta,Selasa(11/10)。 Foto oleh Rivan Awal Lingga / ANTARA

Sejumlah barang bukti dihadirkan saat Operasi Tangkap Tangan(OTT)kasus pungli perizinan di Kementerian Perhubungan,Jakarta,Selasa(11/10)。 Foto oleh Rivan Awal Lingga / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Bagian Penerangan Umum(Kabagpenum)Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan pihaknya menemukan 235 kasus pungutan liar yang melibatkan anggota Polri dalam tiga bulan terakhir。

“Itu ada di seluruh Indonesia,”kata Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri,Jakarta,Selasa 18 Oktober 2016. Kasus-kasus ini direkap sejak 17 Juli hingga 17 Oktober 2016。

Martinus mengatakan sebagian besar kasus pungutan liar tersebut terjadi di Satuan Lalu-lintas。 Di satuan ini tercatat ada 160 kasus。 Sementara di satuan Baharkam 39 kasus,Reserse 6 kasus,dan Intel 10 kasus。

Martinus juga menyebutkan kasus pungutan liar paling sering terjadi di Polda Metro Jaya,yakni sebanyak 33 kasus,disusul Polda Jawa Barat dan Polda Sumatera Utara di urutan kedua dan ketiga dengan masing-masing 19 kasus。

Sementara kasus pungutan liar yang terjadi di Polda Jawa Tengah sebanyak 14 kasus dan di Polda Lampung sebanyak 13 kasus。 Sementara untuk jumlah oknum polisi yang terlibat,Martinus mengatakan dirinya belum mengetahui secara detil。

Namun ia memastikan temuan kasus-kasus tersebut sudah diproses oleh Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan(Bidpropam)di masing-masing polda。 Mereka juga telah memeriksa para polisi yang terlibat serta telah menjatuhkan sanksi kode etik,disiplin,ataupun pidana。

“Dari 235 kasus ini,semuanya tertangkap tangan(OTT).Kami identifikasi,pelanggaran disiplin ada 140 kasus,pelanggaran kode etik 83 kasus,pelanggaran ketentuan pidana 12 kasus,”kata Martinus。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com