文章
  • 文章
永利集团

Polisi temukan 41 titik kebocoran beras bersubsidi

2016年10月19日下午3:09发布
2016年10月19日下午3:09更新

Buruh angkut bersiap mengangkat beras untuk warga miskin dari kapal kayu di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan,Kalimantan Utara,Senin(10/10)。 Foto oleh M Rusman / ANTARA

Buruh angkut bersiap mengangkat beras untuk warga miskin dari kapal kayu di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan,Kalimantan Utara,Senin(10/10)。 Foto oleh M Rusman / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Terungkapnya kasus pengoplosan beras bersubsidi di gudang T2 Pasar Induk Beras,Cipinang,Jakarta Timur,beberapa waktu lalu ternyata berbuntut panjang。

Sebab polisi menemukan pengoplosan beras bersubsidi juga terjadi di 41 lokasi lain。 “Di gudang Cipinang dan Kelapa Gading itu hanya satu titik,”kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya,Rabu 19 Oktober 2016。

Pada 3 Oktober lalu,polisi membongkar Gudang T2 di Pasar Induk,Cipinang,Jakarta Timur。 Pemilik gudang,yakni PT DSU,ternyata tidak memiliki izin resmi sebagai distributor penerima beras bersubsidi dari pemerintah。

“Dari hasil penyelidikan ternyata perusahaannya bukan yang ditunjuk secara resmi.Berarti PT DSU ilegal.Dia terima 400 ton,”kata Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto pada Jumat,7 Oktober。

Kasus ini kemudian menyeret Kepala Bulog 。 Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan wewenang atas distribusi beras bersubsidi。

Selain itu polisi juga menetapkan empat petugas di jajaran Bulog sebagai tersangka。 Mereka yaitu TID,SAA,CS,dan J. Dari hasil pengembangan kasus ditemukan ada 41 titik lain pengoplosan beras bersubsidi。

Brigjen Agung Setya menduga bocornya beras bersubsidi di 41 titik ini karena adanya penyalahgunaan wewenang dari oknum Bulog(BUMN)。 Namun ia enggan menyebut siapa oknum tersebut karena masih dalam proses penyidikan。

“Ini sedang kami dalami.Kemarin kami sudah periksa beberapa titik.Kami menemukan beberapa hal yang masih juga didalami.Tapi masih ada potensi penyimpangan dari titik-titik yang lain,”kata Agung。

Kebocoran beras bersubsidi,Agung melanjutkan,ditemukan di daerah DKI Jakarta dan Banten。 Meski begitu,dia menduga,sangat mungkin kebocoran beras bersubsidi juga terjadi di luar DKI dan Banten。 -Rappler.com