文章
  • 文章
永利集团

Bawaslu:Ahok wajib cuti pada masa kampanye

2016年10月19日下午7点36分发布
2016年10月19日下午7:36更新

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama(kanan)selaku pihak pemohon berswafoto dengan kuasa hukum saat sidang uji materi UU No. 10/2016 di Mahkamah Konstitusi(MK),Jakarta,Senin(26/9)。 Foto oleh Yudhi Mahatma / ANTARA

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama(kanan)selaku pihak pemohon berswafoto dengan kuasa hukum saat sidang uji materi UU No. 10/2016 di Mahkamah Konstitusi(MK),Jakarta,Senin(26/9)。 Foto oleh Yudhi Mahatma / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Komisioner Badan Pengawas Pemilu(Bawaslu) Nelson Simanjuntak mengatakan calon petahana Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama harus mengambil cuti selama masa kampanye meskipun belum ada keputusan dari Mahkamah Konstitusi。

“Itu petahana wajib cuti selama masa kampanye.Jika Ahok ditetapkan,maka dia pun harus cuti di luar tanggungan negara,”kata Nelson diskusi bertema“Pilkada Aman”di Jakarta Selatan,Rabu 19 Oktober 2016。

Ahok saat ini sedang mengajukan permohonan uji materi Pasal 70 Ayat 3 Undang-Undang No.10 Tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah。 Pasal tersebut mengatur tentang calon petahana yang harus mengambil cuti pada masa kampanye。

Ahok menilai cuti masa kampanye bagi calon petahana seharusnya bersifat可选,bukan wajib。 Sehingga kepala daerah bisa tetap fokus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya。

Meskipun Mahkamah Konstitusi belum mengambil keputusan atas permohonan uji materi yang diajukan Ahok ini,namun menurut Nelson Simanjuntak,Ahok harus tetap mengambil cuti。 “Aturan di KPU juga menyatakan petahana harus cuti,”kata Nelson。

Sebab,Nelson melanjutkan,kalaupun Mahkamah Konstitusi memutuskan calon petahana tidak harus mengambil cuti,maka keputusan tersebut tidak berlaku surut。 Artinya Ahok memang tidak punya pilihan selain cuti。

Ahok sendiri sudah menyerahkan kesediannya untuk cuti pada masa kampanye ke Komisi Pemilihan Umum Daerah(KPUD)DKI。 Hal ini dipastikan langsung oleh Ketua KPUD DKI Sumarno。

“Pak Ahok sudah menyerahkan surat pernyataan bersedia cuti selama masa kampanye,jadi saya kira surat itu menunjukkan bahwa Pak Ahok dan Pak Djarot itu memang bersedia cuti,”kata Sumarno di kantor KPUD DKI,Senin 2016年9月26日。- Rappler.com