文章
  • 文章
永利集团

Kejagung belum tahu keberadaan dokumen TPF Munir

2016年10月20日上午10:45发布
2016年10月20日上午10:46更新

Pengunjung memegang topeng Munir saat mengikuti persidangan sengketa informasi Tim Pencari Fakta(TPF)kematian Munir di kantor Komisi Informasi Pusat(KIP),Jakarta,Senin(10/10)。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

Pengunjung memegang topeng Munir saat mengikuti persidangan sengketa informasi Tim Pencari Fakta(TPF)kematian Munir di kantor Komisi Informasi Pusat(KIP),Jakarta,Senin(10/10)。 Foto oleh Akbar Nugroho Gumay / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung M Rum mengatakan sampai saat ini lembaganya belum mengetahui keberadaan dokumen hasil investigasi Tim Pencari Fakta(TPF)pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia Munir Saib Thalib。

“Sampai saat ini,pencarian masih terus dilakukan,”kata M Rum,Kamis 20 Oktober 2016.Bahkan,M Rum melanjutkan,pencarian dokumen tersebut melibatkan jajaran Jaksa Agung Muda Intelijen(JAM Intel)。

Dokumen hasil调查Tim Pencari Fakta kematian Munir mengemuka kembali setelah Komisi Informasi Pusat meminta pemerintah membuka dokumen tersebut ke publik pada 10 Oktober lalu。

Namun pemerintah,melalui Kementerian Sekretariat Negara(Kemensetneg),mengatakan mereka tidak menyimpan dokumen hasil investigasi tim pencari fakta Munir tersebut。

“Kemensetneg tidak memiliki,menguasai,dan mengetahui keberadaan dokumen Laporan Akhir Tim Pencari Fakta Kasus Meninggalnya Munir,”kata Asisten 。

Padahal,menurut anggota TPF Hendardi dan Usman Hamid,dokumen tersebut telah diberikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 24 Juni 2005 lalu。 Hal ini dibenarkan mantan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi lewat keterangan tertulis。

Dalam keterangan tertulisnya,Sudi bahkan menyebutkan penyerahan dokumen tim pencari fakta itu dilakukan di Istana Negara dengan disaksikan Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra,Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng,Menko Polhukam,Kapolri,dan Kepala BIN。

Namun Kemensetneg tetap membantah memiliki dokumen tersebut。 Lalu di mana dokumen hasil investigasi tim pencari fakta itu kini berada? Yusril Ihza mengatakan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa menjawab pertanyaan ini。

“Kalau ditanya ke saya dimana arsip itu,ya tanya saja sama SBY.Karena waktu itu TPF menyerahkan laporan itu langsung by hand kepada Presiden(SBY),”kata Yusril kepada media

Ketidakjelasan keberadaan dokumen hasil investigasi tim pencari fakta ini membuat Presiden Joko Widodo akhirnya turun tangan。 Presiden meminta Kejaksaan Agung menelusuri keberadaan dokumen tersebut。

Kejaksaan双关语telah bergerak。 Mereka menemui anggota tim pencari fakta。 “Kita sedang mencari,menghubungi,mereka yang dulu jadi anggota TPF,”kata Jaksa Agung HM Prasetyo pada Jumat,14 Oktober。 Namun sampai saat ini dokumen tersebut masih belum jelas keberadaannya。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com