文章
  • 文章
永利集团

Pelaku penyerangan polisi di Tangerang pernah dibaiat di Nusa Kambangan

2016年10月21日下午2:46发布
2016年10月21日下午2:47更新

Petugas tim identifikasi Polres Tangerang melakukan olah TKP penyerangan brutal dengan senjata tajam terhadap anggota kepolisian di Cikokol,Tangerang,Banten,Kamis(20/10)。 Foto oleh Muhammad Iqbal / ANTARA

Petugas tim identifikasi Polres Tangerang melakukan olah TKP penyerangan brutal dengan senjata tajam terhadap anggota kepolisian di Cikokol,Tangerang,Banten,Kamis(20/10)。 Foto oleh Muhammad Iqbal / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Dugaaan bahwa pelaku penyerangan polisi di Tangerang terkait dengan jaringan teroris ternyata tak keliru。 Hasil penelusuran polisi menemukan jika SA,pelaku penyerangan tersebut,adalah anggota Jamaah Ansorat Daulet(JAD)。

“SA bergabung dengan sel jaringan Aman Abdurrahman,”kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar di Gedung Divisi Humas Polri,Jakarta,Jumat 21 Oktober 2016。

Aman merupakan merupakan perpanjangan tangan pendiri ISIS:Abu Bakar Al Baghdadi。 Selain mendirikan JAD,Aman Abdurrahman juga pernah mendirikan Jamaah Ansharut Tauhid(JAT)。 Dari JAT ini,pernah lahir jagoan-jagoan teroris,salah satunya Bahrun Naim yang kini berada di Suriah。

Aman juga diduga pernah menyuplai senjata ke kelompok radikal Mujahidin Indonesia Barat(MIB)pimpinan Abu Roba pada kisaran 2011-2012。 “Aman Abdurrahman juga terdeteksi menyuplai senjata bagi Kelompok Mujahidin Indonesia Timur(麻省理工学院)pimpinan Santoso di Poso,”kata Boy。

Perkenalan SA dengan Aman,男孩Rafli melanjutkan,melalui pimpinan Pondok Pesantren Tahfids Alquran Al Anshorullah,Ciamis,Fauzan Al Anshori。 Keduanya bertemu cukup强化pada Juni-Oktober 2015. Bahkan Fauzan pernah mengajak SA menemui Aman di Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih Nusa Kambangan pada Juni 2015。

Kedatangan SA ke Nusa Kambangan ini,Boy Rafli melanjutkan,untuk mendapatkan baiat secara langsung dari Aman sebagai syarat menjadi anggota ISIS。 “Jadi sudah terekrut dalam aktivitas itu,”kata Boy。

Fauzan kemudian meninggal pada akhir 2015. Setelah itu tidak ada yang mengetahui pergerakkan SA dalam dunia terorisme sampai akhirnya ia muncul di Pos Polisi Lalu-lintas Yupentek,Jalan Perintis Kemerdekaan,Tangerang,Kamis pagi,20 Oktober 2016。

Akibat aksi burtal ini,Kepala Polsek Tangerang Kota Komisaris Polisi Efendi bersama dua anak buahnya,yakni Iptu Bambang Haryadi dan Bripka Sukardi,menjadi korban luka tusuk。

Beberapa saat setelah kejadian,polisi langsung menggeruduk rumah SA di Asrama Polri,Tangerang Kota。 Dari sana polisi menemukan samurai,dua pisau,ranjau paku,amunisi aktif,serbuk potasium sulfur dan alumunium,

Selain itu polisi juga menemukan pipa sepanjang 50 cm,potongan bom pipa dengan panjang bervariasi,batrei untuk pemicu bahan peledak,alat komunikasi,serta buku berjudul petaka akhir zaman。

Saat ini,kata Boy Rafli,SA sudah dimakamkan di pemakaman Tigaraksa,Tangerang。 Ia tewas karena kehabisan darah setelah tiga peluru bersarang di tubuhnya。 “Keinginan keluarga agar bisa dimakamkan sama-sama,dibantu unsur pengamanan polisi wilayah Tangerang,”kata Boy。-Rappler.com