文章
  • 文章
永利集团

Keunggulan dan kelemahan 2 atlet renang印度尼西亚

发布时间2016年8月9日下午4:36
更新时间2016年8月9日下午4:36

Pelatih tim renang印度尼西亚Albert Susanto berinteraksi dengan atlet putra Glenn Victor Sutanto di Kolam Renang Cikini,雅加达。 Foto oleh Jennifer Sidharta / Rappler

Pelatih tim renang印度尼西亚Albert Susanto berinteraksi dengan atlet putra Glenn Victor Sutanto di Kolam Renang Cikini,雅加达。 Foto oleh Jennifer Sidharta / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - 印度尼西亚berkesempatan mengirimkan dua orang atlet cabang olahraga renang ke Olimpiade Rio 2016 lewat jalur wildcard

Glenn Victor Susanto dan Yessy Yosaputra terpilih sebagai dua atlet yang akan mewakili Indonesia dalam turnamen olahraga terbesar di dunia tersebut。

Glenn,atlet wildcard renang untuk 100米gaya kupu-kupu putra di Olimpiade Rio 2016,menurut pelatih tim renang Indonesia Albert Susanto adalah seseorang yang bisa bekerja sama dengan pelatih,baik,pekerja keras,serta sangat bertalenta。

Karena latihan rutin yang dilakukan setiap pagi dan sore empat kali dalam sepekan,motivasi Glenn terkadang turun。

“Kadang merasa 无聊 ,merasa gimana ya, 失去了证明某事的动力 雅,memang itu terjadi。 Cara kita adalah kita memberikan masukan-masukan sampe kita undang motivator,untuk memberikan mereka semangat lagi lah。 再尝试一年,再试一年 sampai bisa dari SEA Games ke SEA games,Asian Games ke Asian Games,“urai Albert。

Kelemahan Glenn,menurut sang pelatih,adalah staminanya yang agak sedikit kurang,karena kemampuan berlatih jarak jauhnya agak sedikit lemah。 Namun,Glenn memiliki kelebihan dari segi teknik dan kekuatan。 Kecepatannya juga lumayan。

Sementara,atlet renang putri,Yessy Yosaputra,merupakan anak yang periang,komunikasinya lancar dengan siapapun,tidak pernah bermasalah,pekerja keras,dan sangat bertalenta。

Pada SEA Games 2011,Yessy meraih medali emas,walau ia ikut bertanding sebagai rookie Itu adalah medali emas pertama Indonesia untuk putri di SEA Games sejak emas yang diraih Magdalena Sutanto pada 2005。

Kebalikan dari Glenn,Yessy lemah di kecepatan dan kekuatan,tetapi kelebihannya adalah daya tahannya。

“Kalau Glenn 耐力 - ya yang lemah, 速度力量 -nya bagus,kalau Yessy sebaliknya。 Makanya Yessy lebih fokus di nomor-nomor menengah jauh,nomornya spesialnya dia 200 gaya punggung tapi sebenernya dia juga bisa berenang gaya bebas jarak jauh,“kata Albert。

Jika motivasi Yessy turun,biasanya itu karena ia terganggu dengan kuliahnya。 Menurut Albert,偏执狂atlet putri lebih banyak mengalami masalah daripada putra。 Namun,Yessy cukup mudah dimotivasi dan diberi pengertian。

“Mudah bekerja sama,respek dengan pelatih,respek dengan orangtua,itu sesuatu 态度 yang saya nilai sangat positif,”tambah Albert。

Persiapan Olimpiade Rio 2016

Perenang Glenn Victor Sutanto(kiri)dan Venisia Yosaputra berpose usai berlatih jelang Olimpiade Rio,Brasil,di Jakarta,pada 27 Juli 2016. Foto oleh Wahyu Putro A / Antara

Perenang Glenn Victor Sutanto(kiri)dan Venisia Yosaputra berpose usai berlatih jelang Olimpiade Rio,Brasil,di Jakarta,pada 27 Juli 2016. Foto oleh Wahyu Putro A / Antara

Menjelang Olimpiade,tidak ada perubahan latihan selain mengubah latihan yang biasanya dua kali menjadi satu kali。

“Di Olimpiade nanti mereka ini kan harus 表演 di pagi hari,artinya di penyisihan。 Penyisihan itu akan terjadi pagi。 疼痛itu半决赛dan besok sorenya决赛。 Nah,untuk bisa 表演 maksimal di pagi hari maka kita utamakan mereka latihan di pagi hari karena ya tandingnya juga pagi hari,kita biasakan mereka berenang cepet di pagi hari,“kata Albert。

Secara keseluruhan,tim renang印度尼西亚tidak mengalami kendala dalam mempersiapkan diri menuju Olimpiade Rio 2016.Namun,sebelumnya mereka sedikit tidak bisa memberikan yang terbaik saat kualifikasi akhir untuk masuk Olimpiade lantaran faktor non teknis。

Pasalnya,pengurusan visa mereka sedikit terlambat,yang menurut Albert mungkin karena saat itu high season sehingga kedutaan Perancis penuh。

“Padahal di dua bulan sebelumnya di Malaysia tuh semua sudah执行dan rekor nasional sudah pecah。 Cuma malahan di terakhirnya kualifikasi itu pada saat tanggal 23 Juli itu memang mereka malah enggak 表演 karena ya perbedaan waktu dari mereka训练营di Australi dan di Perancis itu terpaut delapan jam。 Sementara penyesuaian dalam satu hari,“kata Albert。

Sebagai pelatih Glenn dan Yessy,Albert menyatakan hanya ingin mereka bisa memberikan yang terbaik sebagai wakil Indonesia di cabang olahraga renang pada Olimpiade Rio 2016。

“Mereka bisa memberikan waktu yang terbaik,mengalahkan waktu mereka sendiri,memecahkan rekor nasional,”tambahnya。

Namun,tantangan bagi kedua atlet tersebut,menurut Albert,adalah ini merupakan Olimpiade pertama mereka。

Sebagai mantan atlet renang yang pernah mengikuti Olimpiade,Albert menyatakan euphiaoria Olimpiade sangat berdampak pada atlet。 Lantaran,mereka bertemu atlet top dunia,para pemegang rekor dunia sehingga bukannya konsentrasi mempersiapkan diri sendiri,atlet-atlet melihat apa yang dilakukan para atlet ternama。

“Kita kepengen seperti mereka。 Kita malah melihat,jadi apa yang harus kita lakukan itu tidak terjadi,yang ada malah kita belajar,padahal bukan saatnya kita belajar kan,ini saatnya kita bertanding。 Itu yang sering terjadi dan itu terjadi pada saya dan pada junior junior saya,“tutur Albert。

Tantangan kedua di Olimpiade adalah makanan。 Segala macam makanan dan 垃圾食物 tersedia。 “Biasanya kita ga mampu kontrol untuk awal。 Banyaknya菜单makanan yang kita rasa enak, pingin kita,akhirnya nanti 超重 ,“kata Albert,menambahkan akhirnya atlet tidak bisa memberikan yang terbaik saat bertanding。

Sebagai pelatih,Albert menyatakan dirinya akan berusaha mengingatkan,tetapi ia tak bisa senantiasa bersama para atlet。 “Saya hanya bisa berharap mereka ini sadar diri,”ucapnya。

Pemilihan'通配符'renang

Perenang putri Venisia Yosaputra berlatih jelang Olimpiade Rio,Brasil,di Jakarta,pada 22 Juli 2016. Foto oleh Wahyu Putro A / Antara

Perenang putri Venisia Yosaputra berlatih jelang Olimpiade Rio,Brasil,di Jakarta,pada 22 Juli 2016. Foto oleh Wahyu Putro A / Antara

Awalnya,federasi renang印度尼西亚menargetkan mengirim atlet ke Olimpiade里约2016年lewat jalur kualifikasi,bukannya 通配符 Namun,tiga nama yang diajukan Persatuan Renang Seluruh Indonesia(PRSI),ditolak federasi renang internasional(FINA)。

Lantaran,walau atlet renang Triyadi Fauzi,I Gede Siman Sudartawa dan Haflah Fadlan Prawira lolos kualifikasi B,kuotanya penuh sehingga nama mereka dikembalikan FINA。

FINA kemudian memberikan dua wildcard bagi Indonesia,dengan aturan bahwa pengambil jalur wildcard harus merupakan peserta Kejuaraan Dunia Kazan。 Triyadi dan Haflah,yang tidak mengikuti kompetisi tersebut,otomatis gugur。

Sementara,Glenn,yang mengikuti Kejuaraan Dunia Kazan,ikut dipertimbangkan。 Akhirnya,Ketua Umum PRSI memutuskan memilih Glenn sebagai atlet pria yang mengambil wildcard Sementara,atuk atlet perempuan pengambil wildcard ,PRSI memilih Yessy。

“Putri pada saat itu pilihannya antara Yessy Yosaputra dengan Kania Ratih yang lebih muda。 Dia juga peraih perak di Sea Games。 Kita lihat konsistensi dan态度,kerja kerasnya dia di latihan,walaupun di FINA point dan juga lebih tinggi sih,“tutur pelatih renang,Albert,menjelaskan alasan Yessy dipilih。

Masa depan renang Indonesia

Perenang putra Glenn Victor Sutanto berlatih开始jelang Olimpiade Rio,巴西,雅加达,pada 22 Juli 2017. Foto oleh Wahyu Putro A / Antara

Perenang putra Glenn Victor Sutanto berlatih开始jelang Olimpiade Rio,巴西,雅加达,pada 22 Juli 2017. Foto oleh Wahyu Putro A / Antara

Albert merasa optimistis dengan renang Indonesia。 “Segala kekurangan itu pasti ada。 Cuma ya kita sudah komitmen untuk berada di wilayah ini kita lakukan segala macem dengan maksimal,“ujarnya。

Kini juga ada beberapa terobosan baru,seperti Satlak Prima yang biasanya tidak banyak memberikan pelatih asing kini mulai meningkatkan indeks pelatih asingnya sehingga mereka bisa mempekerjakan pelatih Perancis。

“Latihan baru mulai berjalan April,sampai bulan ini sudah 8 rekor nasional kita pecahkan。 Artinya ini sudah titik terang lah。 Bahwa ini akan menjadi masa depan kita yang lebih baik mudah-mudahan,“ucap Albert。

Menurutnya,renang tidak akan kekurangan atlet muda。 Namun,yang menurutnya belum maksimal adalah tidak adanya program pencarian talenta yaitu mengambil anak bertalenta sejak dini。

人才侦察 tidak berjalan。 Seharusnya itu berjalan。 Kita sudah melihat cukup bagus(sang anak)harusnya kita ambil kan。 Diambil sama PB PRSI,fokuskan,dibina,di sekolah jadi studi atlit bukan cuma latihan aja,“sebut Albert。

“Artinya sebenernya kekhawatiran kita itu banyak atlit yang bagus bagus bagus trus tahu-tahu ilang。 Sekolah lah ke luar neger lah apa lah。 Ini masalah yang selalu datang sehingga orang-orang,ya akhirnya sedikit sekali gitu yang akhirnya mau untuk tekun dan terus di dunia ini。“

Hingga kini,atlet yang pensiun tidak mendapat jaminan apapun。 Namun,sebagian besar atlet diberi kemudahan oleh pemerintah untuk jadi pegawai negeri。 Tidak semua mantan atlet mengambil jalur itu,misalnya karena dia memilih berbisnis。

“Tapi memang kalau jaminan waktu masa depan sih ga ada,cuma ada itu aja,”tegas Albert。 -Rappler.com

BACA JUGA: