文章
  • 文章
永利集团

Hasil tim angkat besi印度尼西亚di Olimpiade里约2016年

2016年8月10日晚9点发布
更新时间2016年8月10日下午9点08分

Pencapaian ke-7 atlet angkat besi yang membawa nama Indonesia dalam Olimpiade Rio 2016. Foto oleh Rappler

Pencapaian ke-7 atlet angkat besi yang membawa nama Indonesia dalam Olimpiade Rio 2016. Foto oleh Rappler

雅加达,印度尼西亚 - 印度尼西亚mengirim 7 atlet untuk cabang olahraga angkat besi di Olimpiade Rio 2016. Mereka adalah:

  1. 特里亚特诺
  2. Ketut Ariana
  3. Dewi Syafitri
  4. 穆罕默德哈斯比
  5. 杰尼
  6. Eko Yuli Irawan
  7. Sri Wahyuni

Setidaknya 3 atlet Indonesia diharapkan membawa pulang medali mengingat pengalaman-pengalaman mereka sebelumnya di Olimpiade。

(BACA: )

Eko Yuli Irawan sebelumnya memenangkan medali perunggu untuk angkat beban kelas 56 kg di Olimpiade Beijing 2008,serta medali perunggu untuk kelas 62 kg di Olimpiade London 2012。

Triyatno meraih medali perunggu untuk kelas 62 kg pada Olimpiade Beijing 2008.Empat tahun kemudian di London,ia meraih medali perak untuk kategori 69 kg。

Sedangkan Sri Wahyuni,meski baru pertama akan berlaga di Olimpiade pada tahun ini,ia berada di peringkat 14 sedunia kategori atlet perempuan senior kelas 48 kg。

BACA profil lengkap ketujuh atlet angkat besi Indonesia sini。

Rabu,10 Agustus:Deni berada di posisi 5 di final Grup B kelas 77公斤

Deni saat mengangkat 145公斤Snatch di babak最终Grup B kelas 77公斤。 Foto dari截图

Deni saat mengangkat 145公斤Snatch di babak最终Grup B kelas 77公斤。 Foto dari截图

Satu-satunya atlet angkat besi Indonesia di kelas 77公斤,Deni,berada di peringkat ke-5 dari 6 lifer dalam babak final Grup B pada Rabu,10 Agustus。

Deni membukukan总angkatan 323公斤,hasil dari 146公斤抢夺丹177公斤清洁&混蛋。

Ini adalah kali pertama Deni berkompetisi di kelas 77 kg。 Ia hanya memiliki berat 69,38千克,lebih ringan daripada lawan-lawannya di kelas tersebut。

Berat badan Deni hanya 69,38公斤,berbeda jauh dari lawan-lawannya。 Foto dari截图

Berat badan Deni hanya 69,38公斤,berbeda jauh dari lawan-lawannya。 Foto dari截图

Rabu,10 Agustus:Berada di posisi 10,Triyatno tak raih medali

Peraih perak di London 2012 Triyatno berada di peringkat 10 pada nomor 69 kg di Olimpiade Rio 2016. Foto dari屏幕截图

Peraih perak di London 2012 Triyatno berada di peringkat 10 pada nomor 69 kg di Olimpiade Rio 2016. Foto dari屏幕截图

Peraih medali perak di London 2012,Triyatno,gagal mengulang kesuksesannya setelah berada di peringkat ke-10 dari 21 lifter dalam pertandingan angkat besi kelas 69 kg。

总angkatan atlet asal Lampung ini adalah 317公斤(142公斤Snatch dan 175公斤Clean&Jerk),ia tidak mampu mengangkat Clean&Jerk seberat 182公斤dalam kesempatan kedua dan ketiga。

Berat tersebut lebih sedikit dari yang berhasil diangkatnya pada Olimpiade empat tahun lalu。 Pada saat itu ia berhasil meraih medali perak dengan total angkatan 333。

Triyatno baru saja sembuh dari cedera lututnya,namun memiliki target untuk mengangkat beban dengan总计340公斤。 Sayang,di Olimpiade kali ini ia harus puas dengan总angkat 317公斤。

Rabu,10 Agustus:I Ketut Ariana tak berhasil bawa medali di kelas 69 kg

我Ketut Ariana tidak berhasil mengangkat beban 145公斤Snatch dalam tiga percobaan。 Foto dari截图

我Ketut Ariana tidak berhasil mengangkat beban 145公斤Snatch dalam tiga percobaan。 Foto dari截图

Atlet angkat besi Indonesia di kelas 69 putra,I Ketut Ariana,belum berhasil membawa pulang medali dari kelas 69。

Ia gagal mengangkat beban 145 kg Snatch dalam tiga percobaan dan membuatnya tidak bisa menyelesaikan pertandingan(DNF)。

Selasa,9 Agustus:Eko Yuli Irawan dapat medali perak di kelas 62 kg putra

印度尼西亚kembali mendapat霹雳melalui atlet Eko Yuli Irawan di kelas 62公斤putra。 Eko berhasil mengangkat总重量为312公斤(142次抢夺,170公斤清洁和冲击)。

Ia tak mampu mengangkat beban 146公斤pada 尝试 ke-2 dan 3抢夺。 Begitu pula pada 尝试 ke-2 dan 3 Clean&Jerk,ketika beban angkatan 176 kg dan 179 kg tampak terlalu berat untuknya。

Atlet Kolombia,Oscar Albeiro Figueroa Mosquera,mendapat emas dengan total angkatan 318 kg(142 Snatch,176 Clean&Jerk)。 Medali perunggu diambil oleh atlet哈萨克斯坦,Farhad Kharki,dengan总angkatan 305公斤。

Eko sebelumnya mendapat medali perunggu 2 kali di Olimpiade北京2008丹伦敦2012年。

Sementara itu,atlet Indonesia lainnya yang bertanding di kelas yang sama,Muhammad Hasbi, finish di peringkat 7 dari 9 lifter dengan total angkatan 290 kg(130 kg Snatch,160 kg Clean&Jerk)。

Senin,8 Agustus: Dewi Safitri urung bawa medali di kelas 53 kg putri

Dewi Safitri gagal bawa medali。 Foto dari截图vidio.com

Dewi Safitri gagal bawa medali。 Foto dari截图vidio.com

Atlet angkat besi Indonesia di kelas 53 kg putri,Dewi Safitri, gabungan grup A dan grup B,dengan total angkatan 185 kg。

Pada dua angkatan awal,Dewi gagal namun berhasil pada kesempatan terakhir 80 kg Snatch。

Dewi memulai Clean&Jerk-nya dengan 105 kg namun ia gagal pada angkatan pertamanya。 Ia berhasil mengangkat 105公斤pada angkatan kedua,namun gagal mengangkat 108公斤pada angkatan ketiga。

总angkatan Dewi adalah 185 kg(80 kg Snatch dan 105 kg Clean&Jerk)。 Dengan demikian,Dewi gagal mendapat medali。

Ia terpaut jauh dengan para peraih medali。 Medali emas diraih oleh Shu-Ching Hsu dari台北dengan总angkatan 212公斤。

Atlet Filipina Hidilyn Diaz mendapat medali霹雳dengan总angkatan 200公斤。 Dan Jin Hee-Yoon dari韩国Selatan merebut perunggu dengan总重199公斤。

Minggu,7 Agustus:Sri Wahyuni beri perak pertama untuk Indonesia

Sri Wahyuni(tengah)berfoto bersama Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Kontingen印度尼西亚Raja Sapta Oktohari,pada 7 Agustus 2016. Foto dari Kemenpora

Sri Wahyuni(tengah)berfoto bersama Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Kontingen印度尼西亚Raja Sapta Oktohari,pada 7 Agustus 2016. Foto dari Kemenpora

印度尼西亚meraih medali perak pertama di Olimpiade Rio 2016.Atlet angkat besi,Sri Wahyuni,mempersembahkan medali perak di kelas 48 kg putri。

总angkatan Sri adalah 192 kg(85 kg Snatch dan 107 kg Clean&Jerk)。

Angkatan 升降机 21 tahun itu masih lebih ringan 8 kg dari angkatan atlet Thailand,Sopita Tanasan,yang sejumlah 200 kg(92 kg Snatch dan 108 kg Clean&Jerk)。 Tanasan惩罚meraih medali emas。

Sedangkan atlet日本日本,Hiromi Miyake,membukukan总angkatan 188公斤(81公斤Snatch dan 107 Clean&Jerk)。

Wahyuni,yang berat badannya lebih ringan dari Tanasan,mencoba angkatan Clean&Jerk terakhir 115 kg untuk bisa meraih emas,namun gagal sehingga harus puas dengan medali perak。

“Sri Wahyuni memang banyak kemajuan khususnya setelah kita berlatih di Afrika Selatan bulan lalu,”kata manajer tim angkat besi Indonesia,Alamsyah Wijaya。

(BACA selengkapnya: )


-Rappler.com