文章
  • 文章
永利集团

Regenerasi atlet angkat besi Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020

发布时间2016年8月11日上午8:58
更新时间2016年8月11日上午8:58

Atlet angkat besi Indonesia di Olimpiade Rio 2016,Triyatno,gagal membawa pulang medali,pada 10 Agustus。 Foto istimewa

Atlet angkat besi Indonesia di Olimpiade Rio 2016,Triyatno,gagal membawa pulang medali,pada 10 Agustus。 Foto istimewa

雅加达,印度尼西亚 - Atlet angkat beban印度尼西亚,Triyatno,menempati peringkat 8 di kelas 69 kg putra dengan总angkatan 317 kg。 Dengan selisih 35 kg dari peraih medali emas asal Tiongkok,Shi Zhi Yong,Tri tidak berkesempatan meraih medali di Olimpiade Rio 2016,pada Rabu,10 Agustus。

Sebelumnya,Tri berhasil meraih perak di Olimpiade北京2008丹Olimpiade伦敦2012年。

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi,Angkat Berat,dan Binaraga Seluruh Indonesia(PB PABBSI Rosan Roslani menyatakan lawan Triyatno memang lebih tangguh,tetapi kelas 69 kg masih berpeluang menyumbang medali Olimpiade karena federasi angkat beban Indonesia terus melakukan kaderisasi untuk Olimpiade Tokyo 2020。

“Secara teknik dan mental masih banyak yang harus disempurnakan,”kata Rosan dalam rilis pers yang diterima Rappler,Rabu。

(BACA: )

Nutrisi bagi lifter印度尼西亚

Sebelumnya,manajer tim angkat besi Indonesia,Alamsyah Wijaya,menyebut 。

Rosan menyatakan pihaknya juga menyadari itu。 “Makanya,sejak saya menjadi ketua umum pada Oktober tahun lalu,yang pertama saya lakukan adalah mengambil dokter nutrisi karena nutrisi bisa memperpanjang karier atlet dan juga mencegah cedera。”

Dituturkannya bahwa awalnya para atlet mengeluh seputar diet ketat,tetapi diet itu terbukti meningkatkan performa mereka。

Penerapan 体育科学 dan mulai diberikannya jaminan hari tua bagi para atlet Olimpiade oleh pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga juga disebut Rosan memungkinkan para lfter berlatih dan bertanding dengan tenang。

Prestasi cabang olahraga angkat besi印度尼西亚

Angkat besi adalah cabang olahraga yang konsisten menyumbang medali bagi Indonesia sejak Olimpiade 2000 Sydney。 Bahkan,Eko Yuli Irawan menjadi atlet Indonesia pertama yang meraih medali di tiga Olimpiade。

Eko meraih medali perunggu pada Olimpiade北京2008丹Olimpiade伦敦2012.Ia merengkuh medali霹雳州pada Olimpiade里约2016年di kelas 62kg kemarin。

(BACA: )

PABBSI bertekad mempertahankan prestasi tersebut,dan telah mempersiapkan regenerasi atlet angkat beban。

“Kami sudah memantau sejak sekarang siapa saja yang masih bisa dipertahankan untuk Olimpiade 2020. Yuni masih 21 tahun,jadi kami berharap dia masih bisa jadi andalan di dua atau tiga Olimpiade mendatang。 Eko saya kira peluangnya 50-50,“ungkap Rosan,yang menurutnya,Eko punya semangat tinggi。

Dengan menerapkan sport science,PABBSI mengharapkan bisa memperpanjang karier Eko sebagai atlet。

Rosan mencontohkan peluang itu dengan bukti berupa atlet asal Kolombia yang berusia 33 tahun dan merebut medali emas di kelas 62 kg di Olimpiade Rio。

Selain Eko,atlet angkat besi putri di kelas 48 kg。 -Rappler.com