文章
  • 文章
永利集团

Prediksi Liga Primer 2016/2017:Perang kota yang membelah曼彻斯特

发布于2016年8月13日下午5点28分
2016年8月13日下午5:28更新

Dua pelatih anyar di Liga Primer,Josep Guardiola(kiri)dan Jose Mourinho,akna membuktikan siapa yang lebih hebat。 Foto oleh EPA

Dua pelatih anyar di Liga Primer,Josep Guardiola(kiri)dan Jose Mourinho,akna membuktikan siapa yang lebih hebat。 Foto oleh EPA

雅加达,印度尼西亚 - Liga Primer musim ini bakal menjadi arena pertarungan pelatih-pelatih terbaik dunia。 Hampir semua pelatih juara berkumpul di liga paling魅力sedunia tersebut。 Siapa yang bakal juara?

Beberapa tahun lalu,sulit membayangkan pelatih / filsuf sepak bola seperti Josep“Pep”Guardiola,manajer kolektor gelar Jose Mourinho,pelatih“setia”Arsene Wenger,dan“penguasa”Italia Antonio Conte bisa berkumpul dalam satu liga。

Biasanya,bentrok langsung antara sang filosof Guardiola dan nemesisnya,Mourinho,harus menunggu Liga Champions mempertemukan mereka。 Begitu pula Guardiola vs Wenger atau Guardiola vs Conte。

Sekarang,决斗antara mereka terjadi langsung dalam satu liga。 Pertarungan mereka kini juga tak hanya antara para pelatih top tersebut,tapi juga para pelatih yang melejit belakangan。

Beberapa di antaranya adalah manajer “late bloomer Claudio Ranieri yang baru musim lalu merasakan gelar domestik bersama莱斯特城。 Selain itu,ada juga Mauricio Pochettino yang digadang-gadang sebagai pelatih muda berbakat。 Sudah dua musim beruntun Tottenham Hotspur 完成了 di lima besar。

Tak cukup sampai di situ,di papan tengah,para pelatih yang musim lalu baru merumput di Liga Primer juga siap meledak tahun ini。 Mereka adalah juru taktik West Ham United Slaven Bilic dan Francesco Guidolin(斯旺西市)。

Keduanya bakal menjadi pengganggu serius target besar para pelatih papan atas。

Lantas,siapa yang akan mengakhiri musim sebagai juara liga paling魅力sedunia tersebut? Paling tidak,ada dua favorit utama。 Mereka adalah曼彻斯特联队丹曼彻斯特城。

United bakal kembali ke jalur juara

Upaya United untuk kembali ke jalur juara jelas bukan main-main。 Sudah tiga tahun lamanya mereka puasa gelar。 Sejak Sir Alex Ferguson hengkang pada akhir musim 2013,tidak ada lagi yang bisa membawa piala Liga Primer ke Old Trafford。

Kali ini,Jose Mourinho mencoba peruntungannya。 Pelatih dengan koleksi gelar domestik dari tiga negara itu datang dengan 阵容 yang jauh lebih baik dibanding pendahulunya,Louis van Gaal。

Di ujung tombak dia memiliki Zlatan Ibrahimovic。 Memang,kehadiran mantan 轰炸机巴黎圣日耳曼(PSG)tersebut diragukan bisa menjadi solusi di lini depan United。 Apalagi di usianya yang menginjak 34 tahun,dia tak memiliki pengalaman di Liga Primer。

Namun,前锋杨akrab dipanggil Ibra tersebut berhasil 。 Gol yang dicetak melalui sundulan berhasil mengantarkan United menjadi juara。

Selain Ibra,performa United bakal berbeda dengan kehadiran Paul Pogba yang dibeli dari Juventus dengan ongkos 89 juta poundsterling - membuatnya menjadi 。 Belum lagi masuknya Henrikh Mkhitaryan dari Borussia Dortmund。

Masuknya tiga pemain tersebut bakal menambah daya dobrak United yang dianggap lesu musim lalu。 Di musim 2015-2016 tersebut,tim berjuluk Setan Merah itu hanya mencetak 49 gol。

Itu adalah jumlah gol paling sedikit bahkan jika dibandingkan tim di posisi di bawah United seperti Southampton(59 gol),West Ham United(65),dan Liverpool(63)。

Kehadiran tiga pemain tersebut tak hanya memberi tambahan kekuatan taktis United。 Tapi juga mental juara。 Sesuatu yang absen cukup lama di Carrington,tempat latihan United。

Ibra sudah terbukti membawa gelar domestik di semua klub yang dia perkuat。 Mulai dari阿贾克斯阿姆斯特丹,尤文图斯,国际米兰,巴塞罗那,AC米兰,hingga terakhir di PSG。

Begitu juga Pogba。 Pemain 23 tahun itu ikut mengantarkan dominasi Juventus dalam tiga musim kebersamaan mereka。

Mkhitaryan mungkin tidak menjuarai Bundesliga bersama Borussia Dortmund。 Tapi dia membawa Shakhtar Donetsk mendominasi Ukraina dalam tiga musim。

Lantas,bagaimana dengan lini belakang?

Penyerang Leicester City,Jamie Vardy,merayakan golnya ke gawang曼联达拉姆熔岩社区盾,pada 7 Agustus 2016. Foto oleh EPA

Penyerang Leicester City,Jamie Vardy,merayakan golnya ke gawang曼联达拉姆熔岩社区盾,pada 7 Agustus 2016. Foto oleh EPA

Tidak banyak perombakan di lini pertahanan。 United hanya mendatangkan Eric Bailly。 Namun,pemain yang direkrut dari Villarreal tersebut mampu membuktikan ketangguhannya di Community Shield。

Dia membuat巨星莱斯特城,Jamie Vardy,tak berkutik。 Vardy bahkan hampir tak bisa melepas tembakan ke gawang David De Gea setiap kali Bailly mengawalnya。

Demi membela Bailly,gol Vardy ke gawang De Gea dalam laga Community Shield juga karena错误Marouane Fellaini。

Dengan kalkulasi tersebut,sangat mungkin United langsung meraih gelar juara di musim perdananya bersama Mourinho。 Apalagi,mantan pelatih皇家马德里,国际米兰,dan Chelsea itu sudah sangat berpengalaman di Liga Primer。 Sudah tiga medali juara dia kantongi。

Optimisme khas Mourinho sudah disuntikkan ke dalam benak para pemain。 “Kami sekarang berada di Manchester United。 Di sini,kamu tidak bisa tidak berkata:kami akan bertarung merebut gelar juara,“katanya seperti dikutip

Josep Guardiola masih perlu waktu

Tak perlu jauh-jauh memantau siapa pesaing terdekat曼彻斯特联队。 Tetangga berisik mereka,曼城,jelas bakal jadi竞争对手terbesar mereka musim ini。

Dibanding United,City justru lebih gila-gilaan di bursa transfer。 Sembilan pemain anyar didatangkan。 Mulai dari lini belakang,tengah,hingga lini depan。

Beberapa nama yang mencuri perhatian adalah 边锋 Nolito yang direkrut dari Celta Vigo。 Kemudian,Ilkay Gundogan yang direkrut dari Borussia Dortmund。

Di lini belakang,bek everton yang sempat diidam-idamkan Mourinho,John Stones,justru bergabung ke City。

Namun,bakal sulit bagi Josep Guardiola untuk langsung memahami sepak bola Inggris。 Sepak bola negeri Ratu Elizabeth tersebut jelas berbeda dibanding Jerman dan Spanyol。

Di kedua negara tersebut,rivalitas cenderung monoton。 Di Spanyol dia hanya perlu mengalahkan皇家马德里dalam dua pertemuan kemudian“berlatih”dengan klub-klub kecil setiap pekan。

Setali tiga uang juga di Jerman。 Dia hanya perlu menyiapkan timnya untuk tampil bagus di Der Klassiker melawan Borussia Dortmund。

Karena itu,jangan heran jika Bayern Muenchen,klub asuhan Guardiola,memenangi dua musim Bundesliga berturut-turut dengan selisih 10 angka dari pesaing terdekatnya。

Di Inggris,rivalitas sangat ketat。 Tidak ada“duopoli”ala Jerman dan Spanyol。 Tim sebesar曼联bisa kalah melawan tim yang terancam degradasi seperti伯恩茅斯。

Chelsea,sang juara dua musim lalu,bisa kolaps di musim berikutnya。

Gelandang Chelsea,Oscar,saat mencetak gol ke gawang Werder Bremen dalam laga pra-musim di Jerman,pada 7 Agustus 2016. Foto oleh EPA

Gelandang Chelsea,Oscar,saat mencetak gol ke gawang Werder Bremen dalam laga pra-musim di Jerman,pada 7 Agustus 2016. Foto oleh EPA

Jika persaingan di dua negara tersebut hanya milik segelintir klub,di Inggris persaingan lebih luas。 Rivalitas tak hanya milik dua klub,tapi bisa lima hingga enam tim favorit juara dengan klub-klub kecil bisa mencuri kemenangan dari siapapun。

Mampukah Guardiola beradaptasi dengan kompetisi yang ketat?

Apalagi,瓜迪奥拉termasuk pelatih dengan tipe selalu berusaha memainkan filosofi sepak bolanya。 Pemain harus mengikuti kepercayaan dia terhadap satu gaya permainan tertentu。 Filosofi yang sukses besar dia terapkan di Barcelona itu berusaha diboyong di Bayern Muenchen。

Kurang lebih,obsesi yang sama juga akan diterapkan di Manchester City。

Masalahnya,justru obsesi terhadap gaya tertentu itu pula yang menjerumuskan瓜迪奥拉。 Muenchen memang memenangi Bundesliga dalam dua musim belakangan,tapi mereka juga terus gagal di Liga Champions。

Apalagi,sudah banyak ditemukan obat penawar tiki taka Kehancuran Spanyol di Euro 2016 di tangan Italia menyempurnakan kegagalan 传球游戏杨木来runtuh sejak dua tahun lalu。

Belum lagi 。 Conte sudah cukup paham bagaimana menjinakkan permainan penguasaan bola gaya瓜迪奥拉。

Karena itu,meski sejumlah media lokal Inggris banyak menjagokan City sebagai juara liga,tampaknya banyak tantangan yang masih harus diselesaikan Guardiola。

Bahasa Inggrisnya mungkin sudah bagus,tapi kefasihan Guardiola membaca permainan ala Inggris bakal menyulitkan kiprah City musim ini。

Tak ada lagi kejutan

Tak banyak perubahan di tim juara bertahan莱斯特城。 Mereka hanya kehilangan N'Golo Kante。 Riyad Mahrez dan Jamie Vardy tetap bertahan。 Pasukan Claudio Ranieri itu justru kedatangan winger gesit Ahmed Musa。

Namun,untuk mengulangi kejutan mereka musim lalu tampaknya bakal sulit。 Apalagi,tim-tim besar sudah sangat serius menyiapkan amunisinya musim ini。

Jangan lupa,keberhasilan Leicester musim lalu juga karena tim-tim besar yang tidak 表演 Akibatnya,tim-tim“alternatif”seperti Tottenham Hotspur dan The Foxes -julukan Leicester-yang lebih konsisten mampu terus saling kejar-mengejar di papan atas。

Ranieri,sang arsitek,agaknya juga paham bahwa mengulangi kejutan musim lalu sangat sulit。

“Pendaratan外星人lebih mungkin daripada kami mempertahankan gelar,”kata Ranieri seperti 。

Benarkah?

Mungkin Ranieri sedang mengulangi strategi yang sama untuk memenangkan mental anak asuhnya-persis seperti musim lalu:melepaskan diri dari segala beban ekspektasi。 -Rappler.com