文章
  • 文章
永利集团

Atlet renang AS minta maaf telah berbohong soal perampokan di Rio

2016年8月20日上午10:10发布
更新于2016年8月20日上午10:10

Atlet AS usai menyelesaikan balapan renang nomor 200米Individual putra di Olimpiade Rio,pada 11 Agustus 2016. Foto oleh Patrick Kraemer / EPA

Atlet AS usai menyelesaikan balapan renang nomor 200米Individual putra di Olimpiade Rio,pada 11 Agustus 2016. Foto oleh Patrick Kraemer / EPA

雅加达,印度尼西亚 - Sepanjang kariernya,atlet renang asal Amerika Serikat,Ryan Lochte,adalah peraih 12 medali Olimpiade。

Pada Olimpiade Rio 2016 ini ia memenangkan medali emas di nomor relay gaya bebas 4x200米putra,tapi namanya kini lebih dikenal karena kisah perampokan,yang ternyata adalah sebuah kebohongan。

Lochte dan tiga atlet renang Amerika Serikat lainnya,yaitu Jack Conger,Gunnar Bentz,dan James Feigen,mengklaim kepada media negaranya,bahwa mereka telah dirampok di bawah todongan senjata beberapa jam usai pertandingan renang terakhir di kota Rio de Janeiro,Brasil。

Berita tersebut tersebar secara global,utamanya di Negeri Paman Sam。 Kabar ini semakin menyudutkan Brasil sebagai tuan rumah yang sejak awal dipandang pesimis untuk menyelenggarakan ajang olahraga terbesar seperti Olimpiade,mengingat negara tersebut sedang dilanda resesi dan meningkatnya tingkat kriminalitas。

(BACA:

Namun,setelah melakukan penyelidikan,polisi dan tim investigasi Brasil tidak menemukan bukti yang mendukung kisah Lochte dan kawan-kawan。

Kisah ini menjadi semakin dramatis ketika video keamanan memperlihatkan para atlet melakukan vandalisme di sebuah pom bensin,yang berujung pada konflik antara mereka dengan pegawai pom bensin tersebut。

视频itu memperlihatkan salah satu atlet renang menarik sebuah papan tanda dari tembok dan menjatuhkannya。 Para pegawai pom bensin yang mengecek kerusakan menyatakan atlet-atlet as itu merusak pintu kamar mandi,tempat sabun,serta cermin。

Diceritakan bahwa para atlet itu mabuk - satu-satunya bagian dari cerita mereka yang sejak awal bukanlah kebohongan - dan mencari kamar mandi。 Namun,kamar mandi di pom bensin itu dikunci dan mereka membukanya secara paksa。

Seorang petugas polisi yang identitasnya disembunyikan,karena investigasi ini masih berlangsung,menyatakan dua petugas keamanan mengarahkan pistol kepada para atlet。

Ketua Polisi Sipil,Fernando Veloso, bahwa para petugas keamanan tidak menggunakan kekerasan berlebihan dan tindakan mereka bisa dibenarkan karena para atlet menunjukkan perilaku kekerasan。

Veloso juga menceritakan bahwa seorang petugas pom bensin memanggil polisi,tapi para atlet memilih pergi dan mereka membayar 100 real Brasil serta AS $ 20 atau total sekitar 700 ribu rupiah。

(BACA:

Sebelum kisah ini terbongkar,Lochte telah kembali ke AS,sementara Conger dan Bentz sempat dicegat di bandara - dan setelah diinterogasi akhirnya menyatakan Lochte berbohong - walau kini telah kembali ke negaranya。

Di sisi lain,Feigen masih berada di Rio dan tengah berusaha mendapatkan kembali paspornya yang disita pihak berwajib。

网友mengecam keras kebohongan ini,dan menjadi tren di Twitter dengan sindiran dan keluhan seputar perilaku Lochte dan teman-temannya。

Lochte meminta maaf

Setelah menjadi perbincangan全球dan disorot oleh媒体mancanegara,Lochte akhirnya meminta maaf。

Ia meminta maaf atas sikap yang ia tunjukkan dan mencemari Olimpiade Rio。

于2016年8月19日上午7:11

“Saya ingin meminta maaf atas perilaku saya pada akhir pekan lalu - karena tidak lebih berhati-hati dan berbicara spontan saat menjelaskan apa yang terjadi pada malam itu,”kata Lochte dalam sebuah post di akun media sosial Instagram-nya。

Ia tidak menjelaskan lebih rinci apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu,atau mengklarifikasi bagian mana yang benar atau tidak dari pernyataannya sebelumnya。 Namun ia tetap bersikukuh mengatakan bahwa ada sebuah pistol yang ditodongkan kepadanya agar ia menyerahkan sejumlah uang。

“Ini sangat traumatis,bepergian larut malam bersama teman-temanmu di sebuah negara asing - dengan perbedaan bahasa - dan ada orang asing yang menodongkan pistol ke arahmu dan meminta uang agar kamu dibebaskan,”ujarya。

Ia menyesali perbuatannya dan berharap apa yang ia lakukan tidak mengganggu fokus para atlet lain yang sedang berkompetisi di Olimpiade。

Lochte mengatakan sengaja menunda memberikan pernyataan pribadinya hingga masalah hukum kasus ini sudah terang dan hingga kawan-kawannya yang terlibat sudah tiba di negara mereka kembali。 -Rappler.com