文章
  • 文章
永利集团

巴西vs杰曼:Mengusir hantu dari masa lalu

2016年8月20日下午9:50发布
2016年8月20日下午9点50分更新

2016年7月30日巴西戈亚尼亚的Serra Dourada体育场在巴西和日本的奥林匹克队之间的友谊赛中对巴西的Neymar(L)采取行动反对日本的Harakawa(R)。EPA / Fernando Bizerra Jr.

2016年7月30日巴西戈亚尼亚的Serra Dourada体育场在巴西和日本的奥林匹克队之间的友谊赛中对巴西的Neymar(L)采取行动反对日本的Harakawa(R)。EPA / Fernando Bizerra Jr.

雅加达,印度尼西亚 - Ada begitu banyak beban sejarah yang dipikul Neymar dan kawan-kawan jelang laga final Olimpiade Rio 2016 melawan Jerman,Minggu,21 Agustus,pukul 03:30 WIB。

Pertama,mereka bakal bermain di stadion“terkutuk”:Estadio Jornalista Mario Filho atau yang akrab disebut Maracana。 Di stadion legendaris tersebut,seluruh warga Brasil larut dalam air mata setelah kalah menyakitkan 1-2 di tangan Uruguay。

Meski tragedi tersebut terjadi lebih dari enam dekade lalu,tepatnya pada Piala Dunia 1950,memori kelam tersebut muncul lagi karena ekspektasi tinggi dari warga negara terbesar di Amerika Selatan tersebut。

Sebab,menjadi 亚军 adalah menjadi pecundang terbesar。 Begitu jauh tim melaju tapi akhirnya tetap gagal juara。

Kedua,lawan yang dihadapi adalah tim yang mempermalukan mereka di semi final Piala Dunia 2014.Di tangan Die Mannschaft ,pasukan Selecao tersebut hancur dengan skor 1-7 di Estadio Mineirao,Belo Horizo​​nte。

Beban yang ketiga adalah status sebagai tuan rumah。 Sepanjang Canarinho menjadi 主持人转身,mereka tak pernah menang。 Bukti yang kuat adalah Piala Dunia 1950 dan 2014。

Di Olimpiade,meski bukan turnamen sekelas Piala Dunia,Brasil dibayang-bayangi hantu yang sama。 Apalagi,masuk ke beban sejarah keempat,Brasil tak pernah menjuarai Olimpiade。

巴西tiga kali menembus决赛Olimpiade。 Dan tiga-tiganya berakhir dengan kekalahan。

Dengan beban berlipat ganda tersebut,pasukan Rogerio Micale harus menghadapi lawan berat。 Jerman memang sempat terseok-seok di fase grup。 Hanya lolos berstatus 亚军 grup C.

Tapi grafik permainan mereka terus naik setelah itu。 Mereka menghabisi Jerman 4-0 di perempat最终丹尼日利亚2-0迪半决赛。

Pelatih Jerman,Rogerio Micale,secara tidak langsung mengakui bahwa beban tersebut mengancam performa anak asuhnya。 Karena itu,saat ditanya wartawan terkait kekalahan 2014,Rogerio menolak menjawab。

“Apa yang terjadi di masa lalu bukan urusan saya。 Saya hanya peduli apa yang terjadi besok,“katanya seperti dikutip Samba Foot。

Rogerio patut khawatir dengan situasi non teknis tersebut。 Tim yang sudah susah-susah dia bangun bisa hancur karena tekanan mental diri mereka sendiri。

Padahal,Brasil di Olimpiade sudah menemukan pakem serangan yang tajam dalam kuartet pemainnya,Luan,Gabriel Barbosa,Gabriel Jesus,dan Neymar。

Sama seperti Jerman,mereka juga sempat tak maksimal di dua laga perdanany di Olimpiade。 Namun,dalam laga pemungkas grup A,mereka berhasil membantai Denmark 4-0 untuk meraih tiket ke perempat final dengan label juara grup。

Mesin gol Brasil tak kunjung berhenti。 Kolombia mereka hajar 2-0 dan Honduras 6-0。 Wajar jika kemudian harapan terhadap tim muda Brasil ini meningkat seiring performa yang meyakinkan。

Karena itu,jika berhasil mengalahkan Max Meyer dan kawan-kawan,Neymar tak hanya akan menghapus semua kutukan yang begitu mengakar di masyarakatnya。

Tapi juga membuktikan bahwa Brasil masih bisa menyelamatkan mukanya:mereka telah membalaskan kekalahan telak di Estadio Mineirao dua tahun silam。

Namun,upaya untuk mengusir sekian banyak hantu dari masa lalu itu tidak gampang。 Jerman sudah sangat kompak dengan sistem 4-2-3-1。

Davie Selke di depan memang tidak terlalu mengancam。 Namun,pemain 21 tahun yang merumput di RB Leipzig itulah sejatinya pemberi bola kepada trio pemain di belakangnya,Serge Gnabry,Sven Bender,dan Lars Bender。

Para triumvirat tersebut kerap membingungkan lawan-lawannya dengan pergerakan yang sangat cair saat menyerang。 Pergerakan yang dinamis tersebut ditopang dengan kecepatan dan keberanian untuk menusuk ke kotak punti lawan。

Karena itu,Rogerio tak boleh salah memilih bek tengah di laga nanti。 Mereka bisa kembali dihajar dengan skor telak jika tidak penuh perhitungan。

Semangat Jerman juga bakal lebih panas karena sukses di cabang olahraga sepak bola sudah didahului tim putri。 Tim sepak bola putri Jerman sudah lebih dulu meraih medali emas setelah mengalahkan Swedia 2-1。

Jika Jerman berhasil menyusul tim putrinya,maka kutukan tersebut bakal terus membayangi Brasil。 Dan tampaknya mustahil untuk memutus rentetan rantai kesialan itu。 Setidaknya dalam waktu dekat。 -Rappler.com